Pages

Tampilkan posting dengan label pengetahuan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pengetahuan. Tampilkan semua posting

Jumat, 31 Oktober 2014

Jenis-jenis Keju




Selain dari teksturnya, keju pun bisa dibedakan menurut bakteri dalam proses fermentasinya, susu yang digunakan dalam pembuatan keju, maupun dari jenis kulit yang muncul di pinggiran keju.

1. Berdasarkan proses pematangannya
- Bakteri yang dimatangkan dari dalam. Keju-keju dalam kategori ini menjadi lebih keras ketika matang. Kematangannya akan terjadi seragam di seluruh bagian luar keju. Contoh keju dari kelompok ini adalah Cheddar, keju Gouda, dan Parmesan.

- Keju yang dicuci kulitnya. Keju-keju ini secara periodik dicuci bagian permukaannya dengan air asin pada tahap pertama pematangan. Keju tipe ini memiliki kulit yang berwarna oranye atau kemerah-merahan. Biasanya, keju ini akan menjadi lebih lunak ketika matang dan memiliki aroma yang tajam. Contoh keju dari kelompok ini adalah Limburger dan Liederkranz.

- Keju bercoreng biru. Keju-keju ini mengandung biakan kapang atau jamur yang menyebar ke seluruh bagian dalam keju. Contoh keju dari kelompok ini adalah Roquefort dan Stilton.

- Keju berlapis kapang. Keju-keju jenis ini memiliki lapisan kulit yang berbulu akibat kapang. Lapisan tersebut berwarna putih ketika keju masih muda tetapi dapat menjadi lebih gelap atau coreng-coreng ketika keju mengalami proses pematangan. Contoh keju dari kelompok ini adalah Brie, Camembert, dan St. Andre.

- Keju yang tidak dimatangkan. Keju jenis ini tidak mengalami proses pematangan. Contoh keju dari kelompok ini adalah cottage cheese, keju krim, dan baker’s cheese.

2.  Jenis Keju menurut Kulitnya
- Keju berkulit keras.
Ciri-ciri dari keju ini adalah bentuknya yang besar, memerlukan waktu lebih lama untuk matang, dan melalui proses penekanan untuk menghilangkan kelembaban. Contoh keju jenis ini adalah Raclette, Gruyere, dan Gouda.

- Keju yang tertutup dengan bulu halus.
Keju jenis ini kulitnya halus dan berbulu. Contoh keju jenis ini adalah Brie.

- Keju berkulit alami.
Bagian dalam dari keju ini memiliki tekstur yang lembut dan kulitnya berwarna abu-abu atau biru yang berubah-ubah ketika keju mulai menua. Contoh keju tipe ini antara lain Sainte Maure dan Pouligny St. Pierre.

- Keju yang kulitnya dicuci dengan air asin.
Keju-keju kategori ini dimandikan di dalam air asin ketika matang. Contohnya adalah Muenster dan Feta.

- Keju biru memiliki coreng-coreng yang berwarna biru atau hijau.
Warna tersebut didapat dari membiakkan bakteri pada keju. Contoh keju biru adalah Stilton, Roquefort dan Gorgonzola.

- Keju segar. Ciri-ciri dari keju segar adalah tidak memiliki kulit, memiliki kandungan air yang tinggi dan tidak melalui proses pematangan. Contohnya antara lain adalah Demi-sel, Ricotta dan Mascarpone.

3. Berdasarkan Susu Yang Digunakan
- Keju dari susu kambing. Banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan susu kambing karena kandungan lemak dan laktosa yang rendah dan mengandung banyak nutrisi.

- Keju dari susu domba atau biri-biri. Karena pada umumnya domba menghasilkan susu yang lebih sedikit dibandingkan sapi dan kambing maka keju jenis ini pun sulit ditemukan dan lebih mahal harganya.

- Keju dari susu campuran. Keju tipe ini dibuat dari kombinasi dua jenis susu atau lebih.

- Keju dari susu mentah. Banyak yang berpendapat bahwa proses pasteurasi dapat menghilangkan rasa keju sehingga mereka menggunakan susu mentah.

sumber : http://zheazizah.wordpress.com/

Jenis Keju Menurut Tekstur




Ada banyak varian keju di dunia ini. Varian terbanyak berasal dari eropa. Walau sama-sama keju, setiap keju ternyata memiliki nama dan rasa yang berbeda-beda. Dari tekstur dan cara pembuatannya pun juga berbeda-beda. Berikut sedikit dari penjelasannya.

Jenis Keju menurut kepadatannya:
1. Keju lunak (soft cheese)
Keju lunak memiliki kadar air lebih dari 67%. Karena banyaknya air pad keju ini, maka kadar lemak yang terdapat pada keju ini pun lebih rendah dibandingkan dengan keju yang lebih keras.
Contohnya seperti: cottage cheese, quark, cream cheese, camembert, feta, neufchatel, mozzarella.

2. Keju semi lunak (semi-soft cheese)
Keju iris semi keras yang memiliki kadar air berkisar antara 61-69%. Sebagian besar keju ini diproduksi dengan krim rendah kalori. Lama pematangan pada keju-keju tipe ini berbeda-beda.
Yang termasuk di dalamnya antara lain: Roquefort, Limberger, St. Paulin, Munster.

3. Keju keras (hard cheese)
Keju keras adalah tipe keju yang memiliki maksimum kadar air 56 persen, semakin sedikit kadar air dalam keju maka keju akan semakin keras. Walaupun begitu tidak semua keju tipe ini memiliki tekstur yang keras. Keju keras umumnya menjadi matang dalam tiga bulan. Namun, proses pematangan dapat berlangsung hingga satu tahun dan membuat keju kehilangan lebih banyak air dan menjadi lebih keras.
Di antaranya: Cheddar, Edam, Gouda, Emmental, Gruyere.

4. Keju sangat keras (very hard cheese)
Kandungan airnya maksimum 35%.
Yang termasuk di sini: Parmesan, Romano, Grana, Asiago.

5. Keju whey (air pisahan keju)
Ini adalah keju yang dihasilkan dari pemanasan “whey” sehingga didapatkan butiran-butiran dari sisa-sisa protein yang tertinggal pada whey tersebut.

Yang masuk dalam golongan ini: Ricotta, Brunjos.

Kamis, 30 Oktober 2014

Mengenal sedikit Sejarah Orang Bugis




Bermula sejak abad ke-15 yang mana banyak perantau dari Melayu dan Minangkabau yang datang ke Gowa, terjadilah akulturasi budaya, yang kemudian melahirkan suku Bugis. Meskipun begitu, pada dasarnya mereka adalah kaum perantau, mewarisi sifat dari suku induknya, yakni Melayu dan Minangkabau. Hal ini membuat suku Bugis tersebar di berbagai wilayah di Nusantara, seperti di Kalimantan Timur dan Selatan, Sulawesi Tengah dan Tenggara serta Papua. Bahkan saat ini suku Bugis ada pula yang merantau jauh hingga ke luar negeri, yakni Malaysia, Singapura dan Filipina.

Ada tiga hal yang bisa memberikan gambaran tentang budaya orang bugis, yaitu konsep ade, siri, na pesse dan simbolisme orang bugis adalah sarung sutra. Ade dalam bahasa Indonesia yaitu adat istiadat. Bagi masyarakat bugis, ada empat jenis adat yaitu  :
- Ade maraja, yang dipakai dikalangan Raja atau para pemimpin.
- Ade puraonro, yaitu adat yang sudah dipakai sejak lama di masyarakat secara turun temurun.
- Ade assamaturukeng, peraturan yang ditentukan melalui kesepakatan.
- Ade abiasang, adat yang dipakai dari dulu sampai sekarang dan sudah diterapkan dalam masyarakat.

Menurut Lontara Bugis, terdapat lima prinsip dasar dari ade yaitu ade, bicara, rapang, wari, dan sara. Konsep ini lebih dikenal sebagai pangngadereng. Ade merupakan manifestasi sikap yang fleksibel terhadap berbagai jenis peraturan dalam masyarakat.  Rapang lebih merujuk pada model tingkah laku yang baik yang hendaknya diikuti oleh masyarakat. Sedangkan wari adalah aturan mengenai keturunan dan hirarki masyarakat sara yaitu aturan hukum Islam. Siri memberikan prinsip yang tegas bagi tingkah laku orang bugis.

Menurut Pepatah orang bugis, hanya orang yang punya siri yang dianggap sebagai manusia. Naia tau de’e sirina, de lainna olokolo’e. Siri’ e mitu tariaseng tau. Artinya Barang siapa yang tidak punya siri, maka dia bukanlah siapa-siapa, melainkan hanya seekor binatang. Namun saat ini adat istiadat tersebut sudah tidak dilakukan lagi dikarenakan pengaruh budaya Islam yang masuk sejak tahun 1600-an. Mengenai adat istiadat suku Bugis pada jaman Islam akan kami bahas di lain waktu.

sumber : http://blogerbugis.blogspot.com/2013/04/adat-istiadat-suku-bugis-ade-siri-na.html

Rabu, 29 Oktober 2014

Tipe dan Jenis Letusan Gunung Berapi


Setiap tahun ada saja gunung api di Indonesia yang berpeluang meletus dengan tipe dan jenis letusan yang variatif. Dengan demikian tingkat bahayanyapun bervariasi, tergantung tipe letusan yang terjadi dan tingkat kepadatan penduduk di dekat lokasi gunung api. Jenis letusan berbeda dengan tipe letusan. Jenis letusan berkaitan dengan material yang dikeluarkannya dan penyebab letusan itu sendiri. Sedangkan tipe letusan berkaitan dengan fenomena dari salah satu letusan.

Ada tiga jenis letusan yang jadi parameter di bidang vulkanologi, yaitu letusan freatik (letusan gas), letusan magmatic, dan letusan yang diakibatkan interaksi magma dengan air tanah yang mengakibatkan letusan freatomagmatik atau letusan hydrovulkanik.

Letusan freatik (letusan gas) murni dipicu oleh tekanan gas yang berada dibawah permukaan. Pada umumnya gunung berapi yang sudah beristirahat selama puluhan tahun, letusan awalnya adalah letusan gas. Tetapi letusan ini banyak juga terjadi pada gunung api yang kawahnya banyak mengandung gas. Contoh gunung dengan tipe letusan ini adalah Gn Papandayan, Gn Tangkuban perahu, Gn Ambang, Gn Dieng, dsb.

Letusan magmatic adalah letusan yang sangat berbahaya, penyebabnya adalah murni diakibatkan oleh desakan fluida magma (dengan gas yang terkandung di dalamnya). Letusan magmatic terbagi atas beberapa tipe letusan.

Letusan Freatomagmatic atau hydrovulkanik terjadi akibat adanya interaksi air tanah dan magma cair pada kantong magma. Pada proses selanjutnya akan terbentuk uap (steam) dan memicu terjadinya letusan dan mengundang magma ikut naik bersama letusan. Pada umumnya gunung api berdanau kawah atau gunung api pulau sering mengalami letusan jenis ini.

sumber : http://www.bedanews.com/mengapa-indonesia-kaya-gunung-api-

Jenis-jenis Gunung Berapi





Gunung Berapi memiliki banyak jenis dan bentuk. Berdasar bentuknya dibagi menjadi Gunung berapi perisai (Gunung berapi lava), Gunung berapi strato, Gunung berapi maar (Gunung berapi yang meletus sekali dan segala aktivitas vulkanisme terhenti,yang tinggal hanya kawahnya saja).

1. Gunung berapi Perisai
Gunung berapi ini terbentuk karena lelehan yang keluar dengan tekanan rendah, sehingga nyaris tidak ada letusan dan membentuk lereng yang sangat landai dengan kemiringan 1 sampai 10 derajat. Gunung api perisai merupakan gunung api yang beralas sangat luas dengan lereng yang sangat landai. Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat landai.

2. Gunung berapi strato
Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung berapi kerucut dengan lapisan lava dan abu yang berlapis-lapis. Hal itu terjadi karena letusan dan lelehan batuan panas dan cair. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil. Letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunugn berlapis lapis. Oleh karena lelehan yang sering terjadi itulah menyebabkan lereng gunung berlapis-lapis sehingga disebut strato.

Sebagian besar gunung berapi di sumatera, jawa, bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut.Gunung api kerucut atau strato dihasilkan dari letusan eksplosif dan efusif secara bergantian. Contoh gunung api strato di Indonesia, antara lain Gunung Kerinci, Gunung Dempo, Gunung Pangrango, Gunung Merbabu, dan Gunung Batur.

3. Gunung berapi maar
Gunung api corong atau maar adalah gunung api yang terjadi karena letusan sebuah dapur magma yang dangkal dan memiliki volume relatif kecil. Gunung api maar hanya mengalami satu kali erupsi, kemudian aktivitas gunung api tersebut berhenti. Bentuk gunung api ini seperti tanggul melingkar. Lereng gunung api tipe ini tidak terlalu curam. Bagian tengah gunung api maar berupa sebuah cekungan dengan alas yang kedap air. Apabila terisi air hujan, maka cekungan tersebut akan membentuk danau.

Beberapa gunung berapi saat ini pun dapat menjadi sebuah tempat wisata yang menarik seperti diulas di travelensia.com

Jumat, 24 Oktober 2014

Fase-fase Bulan



Bulan merupakan salah satu benda langit yang tidak mempunyai sinar sendiri. Bulan tampak bercahaya karena memantulkan sinar yang diterima dari matahari. Dari hari ke hari bentuk dan ukuran cahaya bulan itu berubah-rubah sesuai dengan posisi bulan terhadap matahari dan bumi.

Pada saat bulan persis di antara bumi dan matahari bertemu maka seluruh bagian bumi tidak menerima sinar matahari sedang persis menghadap ke bumi. Akibatnya pada saat itu bulan tidak tampak dari bumi yang diistilahkan dengan Muhak atau bulan mati. Ketika bulan bergerak, maka ada bagian bulan yang menerima sinar matahari terlihat dari bumi. Bagian bulan ini yang terlihat dari bumi sangat kecil dan membentuk bulan sabit.

Dengan demikian secara singkat fase-fase bulan dalam konteks perjalanan satu bulan penuh meliputi:
1. Bulan mati, yaitu ketika terjadi peristiwa pertemuan antara bulan dan matahari.
2. Bulan Sabit Awal Bulan, yaitu ketika bulan meninggalkan matahari pada hari tanggal 1,2 sampai 3
3. Prapurnama awal, yaitu setelah bulan meninggalkan matahari pada perempatan pertama dalam ukuran sudut/busur, fase ini terjadi pada hari tanggal 6,7 sampai 8
4. Bulan purnama, yaitu ketika terjadi peristiwa istiqbal , semua permukaan bulan menghadap matahari,fase ini terjadi pada hari tanggal 13,14, sampai 15
5. Prapurnama akhir, yaitu bulan meninggalkan matahari setelah terjadi peristiwa istiqbal. Fase ini terjadi pada hari tanggal 21,23 sampai 24
6. Bulan sabit akhir, yaitu fase di mana sinar bulan berbentuk sabit (hilal) pada akhir bulan. Fase ini terjadi pada hari tanggal 27, 28 sampai 29. Akhirnya sampailah pada saat ijtima’ kembali menjelang bulan berikutnya dimana sama sekali tidak tampak dari bumi(bulan Mati).

Perubahan bulan secara periodek itu digunakan untuk melakukan perhitungan kalender hijriyah yang dasar perhitungannya menggunakan peredaran bulan sehingga kalender ini dikenal pula dengan nama Lunar Calender atau tarikh qamariyah.

Pergerakan Bulan




Bulan adalah benda langit yang paling dekat dengan bumi sekaligus satelit bumi, memiliki diameter 3.840 km. Sebagaimana bumi, bulan juga mempunyai dua gerakan yang penting, yaitu gerak Rotasi dan Revolusi bulan.

Rotasi Bulan
Rotasi adalah perputaran bulan pada porosnya dari barat ke timur. Dalam satu kali berotasi bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusinya mengelilingi bumi. Artinya, dalam satu kali putar mengelilingi bumi bulan hanya melakukan satu kali rotasi, ini yang menyebabkan permukaan bulan yang dilihat di bumi hanya satu permukaan itu saja. Pergerakan bulan dari barat ke timur dapat kita lihat pada kedudukan bulan pada saat matahari terbenam pada suatu hari dan dibandingkan dengan hari berikutnya maka kedudukan bulan akan semakin tinggi, artinya bulan itu bergerak ke arah timur.

Revolusi Bulan
Revolusi adalah peredaran bulan mengelilingi bumi dari arah barat ke timur, satu kali putaran penuh revolusi bulan memerlukan waktu rata-rata 27 hari 7 jam 43,2 menit, periode waktu ini disebut waktu bulan Sideris (sideris month) atau disebut juga Syahr Nujumi. Gerakan revolusi bulan ini digunakan sebagai dasar dan pedoman dan perhitungan bulan dan tahun Qamariyah (tahun Hijriyah), akan tetapi waktu yang digunakan bukan waktu Sideris, melainkan waktu bulan Sinodis, (Synodik Month) yang disebut juga Syahr Iqtirani, yaitu waktu yang ditempuh bulan dari posisi sejajar (iqtiran) antara matahari, bulan dan bumi keposisi sejajar berikutnya. Waktu iqtiran ditempuh rata-rata 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik sama dengan 29, 53058796 hari atau dibulatkan menjadi 29,531 hari.

Bidang yang dipakai bulan dalam mengelilingi bumi disebut Falakul Qamar yang memotong bidang ekliptika sebesar 05˚08′52′′. Dengan demikian, bidang edar bulan tidak berimpit dengan bidang edar bumi. Jika kedua bidang itu berhimpit maka setiap bulan akan terjadi 2 kali gerhana, yaitu gerhana matahari pada awal bulan dan gerhana bulan pada pertengahan bulan. Walau demikian, gerhana matahri atau bulan setiap tahun masih sering terjadi 3 atau 4 kali. Hal ini disebabkan kecilnya sudut potong antara dua bidang edar tersebut. Teerjadinya gerhana tersebut tidak dapat dilihat dari semua tempat di belahan bumi.

Akibat gerakan itu, maka bentuk semu bulan kadang-kadang nampak dan kadang-kadang tidak nampak. Perubahan bentuk bulan itu adalah sebagai berikut:

Bulan mati(muhaq) → bulan Baru(hilal)→ Kwartir I→ bulan purnama(badr)→ Kwartir II→bulan mati lagi. Bentuk-bentuk ini disebut juga fase-fase bulan, untuk fase-fase bulan ini yang dijelaskan selanjutnya lebih dalam lagi.

Selain berrevolusi mengelilingi bumi, bulan bersama bumi mengelilingi matahari dalam satu tahun dari arah barat ke timur dengan periode 365 hari 6 jam 9 menit 10,02 detik (365,256366 hari).

Selasa, 21 Oktober 2014

Batik Keraton dan Batik Pesisir



Batik begitu beragam dan kaya akan corak. Setiap corak pada jenis-jenis batik membuat kita bisa mengetahui dari mana asal batik tersebut. Dan tiap-tiap daerah pun memiliki corak khas sendiri-sendiri. Garis besarnya, ada 2 kategori motif batik, yaitu Batik Keraton dan Batik Pesisir. Keduanya memiliki corak dan ciri yang berbeda.

Batik keraton atau bisa disebut juga sebagai batik pedalaman, memiliki kekhasan dalam hal warna. Disebut sebagai batik pedalaman ini dikarenakan letak dari keraton yang ada di tengah-tengah pulau Jawa. Kekhasan dari batik keraton ini adalah motfinya sering kali berwarna dasar putih, dengan corak warna-warna alami atau warna tanah seperti hitam, nila, kuning, coklat, dan warna gelap.

Selain warna, motifnya biasanya juga mengandung berbagai makna filosofi kehidupan. Dalam pemakaiannya, ada beberapa motif yang digunakan untuk kaum tertentu, yaitu keluarga kerajaan, serta beberap amotif yang hanya boleh dipakai untuk upacara tradisional tertentu.

Kemudian batik Pesisir. Seperti namanya, batik pesisir berkembang di daerah-daerah pesisir pantai. Munculnya batik jenis ini akibat masuknya para pedagang dari berbagai kerajaan pada zaman dulu. Pertukaran budaya, keberadaan orang-orang asing di daerah pesisir pun memperngaruhi perkembangan batik di wilayah ini.

Motif yang banyak dijumpai di batik pesisir seperti awan, phoenix, qilin, lotus, peony, dan pola bunga, yang dipengaruhi oleh kebudayaan dari tiongkok. Daerah-daerah pesisir yang mempunyai motif batik khas seperti pekalongan, lasem, cirebon, Tuban, maupun madura. Tiap-tiap daerah ini memiliki ciri khas sendiri pada motifnya.

Perkembangan Batik




Dalam sejarah perkembangannya, batik berkembang sejak jaman Majapahit. Mojokerto merupakan pusat kerajaan Majapahit dimana batik telah dikenal pada saat itu. Tulung Agung merupakan kota di Jawa Timur yang juga tercatat dalam sejarah perbatikan.

Pada waktu itu, Tulung Agung masih berupa rawa-rawa yang dikenal dengan nama Bonorowo, dikuasai oleh Adipati Kalang yang tidak mau tunduk kepada Kerajaan Majapahit hingga terjadilah aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit. Adipati Kalang tewas dalam pertempuran di sekitar desa Kalangbret dan Tulung Agung berhasil dikuasai oleh Majapahit. Kemudian banyak tentara yang tinggal di wilayah Bonorowo (Tulung Agung) dengan membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik.

Dalam perkembangannya, batik Mojokerto dan Tulung Agung banyak dipengaruhi oleh batik Yogyakarta. Hal ini terjadi karena pada waktu clash tentara kolonial Belanda dengan pasukan Pangeran Diponegoro, sebagian dari pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur di daerah Majan. Oleh karena itu, ciri khas batik Kalangbret dari Mojokerto hampir sama dengan batik Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua.

Kemudian perkembangan batik dalam masa islam, Batoro Katong seorang Raden keturunan kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam perkembangan Islam di Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang diasuh Kyai Hasan Basri.

Kyai Hasan Basri adalah menantu raja Kraton Solo. Batik yang kala itu masih terbatas dalam lingkungan kraton akhirnya membawa batik keluar dari kraton dan berkembang di Ponorogo. Pesantren Tegalsari mendidik anak didiknya untuk menguasai bidang-bidang kepamongan dan agama. Daerah perbatikan lama yang dapat dilihat sekarang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan meluas ke desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut.

Ini hanyalah sedikit cuplikan yang diambil dari berbagai sumber mengenai sejarah perkembangan batik. Kenyataannya, ada begitu banyak daerah yang memiliki andil dalam perkembangan batik, sehingga batik berkembang dari kaya akan ragam serta corak yang mengidentifikasikan mengenai asal daerah pembuatan batik tersebut.

Senin, 20 Oktober 2014

Jenis-jenis Sungai (1)



Sungai adalah air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Arus air di bagian hulu sungai (umumnya terletak di daerah pegunungan) biasanya lebih deras dibandingkan dengan arus sungai di bagian hilir.

Berdasarkan struktur lapisan batuan yang dilaluinya, sungai dibedakan menjadi:
1. sungai anteseden
Adalah sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah lapisan batuan yang dilaluinya. Jadi setiap terjadi pengangkatan, air sungai mengikisnya.

2. sungai epigenesa
Adalah sungai yang terus menerus mengikis batuan yang dilaluinya sehingga dapat mencapai daerah batuan asli atau batuan induknya. Terjadinya sungai epigenesa diawali ketika daerah tersebut mengalami penurunan sehingga terjadi sedimentasi. Contoh; sungai colorado mengikis batuan selama jutaan tahun, sehingga mencapai batuan induk. Akibat sungai ini terbentuklah Grand Canon yang terkenal di dunia.

Berdasarkan arah aliran yang dilaluinya, sungai dibedakan sebagai berikut:
1. sungai konsekuen
Adalah sungai yang mengalirnya sesuai dengan kemiringan batuan yang dilaluinya. Sungai jenis ini banyak terdapat di daerah gunung merapi berumur muda atau stadium awal. Contoh: sungai progo di jawa tengah ketika menuruni lereng gunung merapi

2. sungai subsekuen
Adalah sungai yang alirannya tegak lurus pada sungai konsekuen dan bermuara pada sungai konsekuen, misalnya sungai opak di yogyakarta.

3. sungai obsekuen
Adalah sungai yang mengalirnya berlawanan dengan arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai subsekuen

4. sungai resekuen
Merupakan anak sungai subsekuen dan searah dengan sungai konsekuen.

5. sungai insekuen
Adalah sungai yang aliranya teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya

Jumat, 17 Oktober 2014

Dampak Perceraian


Perceraian pun mengakibatkan beberapa hal, terutama dari segi hukum, seperti:
1. Bekas suami wajib memberikan harta (mut'ah) yang layak kepada bekas istrinya, baik berupa uang atau benda kecuali bekas istrinya tersebut tidak pernah melakukan hubungan badan (qobla al dukhul);

2. Memberikan nafkah, tempat tinggal (maskan) dan pakaian (kiswah) kepada bekas istri selama masa tunggu (iddah selama 90 hari), kecuali bekas istri telah dijatuhi talak bain atau nusyur dan dalam keadaan tidak hamil;

3. Melunasi mahar (mas kawin) yang masih terhutang seluruhnya dan separoh apabila qobla al dukhul;

4. Membebankan biaya pemeliharaan (hadhanah) untuk anak-anaknya yang belum mencapai 21 tahun.

Sedangkan jika pernikahan putus karena gugat cerai, maka :
1. Anak yang belum mummayiz (dibawah 12 tahun) berhak mendapat hadhanah dari ibunya (kecuali ibunya telah meninggal dunia).

2. Anak yang sudah mummayiz berhak memilih untuk mendapatkan hadhanah dari ayah atau ibunya.

3. Apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak meskipun biaya nafkah dan hadhanah telah dicukupi, maka atas permintaan kerabat yang bersangkutan Pengadilan Agama dapat memindahkan hak hadhanah kepada kerabat lain yang mempunyai hak hadhanah pula.

4. Semua biaya hadhanah dan nafkah anak menjadi tanggung jawab ayah menurut kemampuan, sekurang-kurangnya sampai anak dewasa dapat mengurus diri sendiri yaitu 21 tahun.

5. Bilamana terjadi perselisihan mengenai hadhanah dan nafkah anak, Pengadilan Agama yang memberikan Putusan.

6. Pengadilan dapat pula mengingat kemampuan ayahnya menetapkan jumlah biaya untuk pemeliharaan dan pendidikan anak-anak yang tidak turut padanya.

7. Mengenai harta gono gini atau harta bersama pembagiannya adalah masing-masing berhak mendapatkan 1/2 (seperdua) sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan (perjanjian pranikah).

Kamis, 16 Oktober 2014

Pernikahan (2)


Pernikahan menjadi sah bila kedua individu tersebut telah menandatangi sejumlah dokumen pernikahan yang telah disiapkan. Berdasarkan Pasal 6 UU No. 1/1974 tentang perkawinan, syarat melangsungkan perkawinan adalah hal-hal yang harus dipenuhi jika akan melangsungkan sebuah perkawinan.

Syarat-syarat tersebut yaitu:
1. Ada persetujuan dari kedua belah pihak.

2. Untuk yang belum berumur 21 tahun, harus mendapat izin dari kedua orang tua. Atau jika salah seorang dari kedua orang tua telah meninggal atau tidak mampu menyatakan kehendaknya, maka izin dapat diperoleh dari orang tua yang masih hidup atau orang tua yang mampu menyatakan kehendaknya.

3. Bila orang tua telah meninggal dunia atau tidak mampu menyatakan kehendaknya, maka izin diperoleh dari wali, orang yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke atas.

Kemudian ada juga persyaratan administrasi seperti berikut ini:
1.  Fotocopy KTP
2.  Fotokopi kartu keluarga Catin
3.  Pas Photo berwarna (latar biru lebih bagus), ukuran 2×3   & 3×4
4.  Surat pengantar dari RT setempat
5.  Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah atau Surat Pernyataan masih Perjaka/Perawan, bermaterai Rp. 6.000,- (biasanya RT setempat menyediakan jika tidak ada, bisa dibuat sendiri)
6.  N1, N2 dan N4 dari desa/kelurahan
7.  Surat izin orangtua (N5)
8.  N6 dari desa/kelurahan (bagi janda/duda cerai mati)
9.  Akta Cerai dari Pengadilan Agama (bagi janda/duda cerai hidup)

Pernikahan

Pernikahan sejatinya adalah sebuah perjalanan hidup baru bagi dua sejoli yang telah memantapkan untuk berkeluarga sampai mati. Semua pasangan berharap bahwa pernikahan mereka akan langgeng sampai akhir hayat, melahirkan anak-anak yang cerdas dan saleh, serta hidup mapan dan berkecukupan. Namun, pernikahan nilainya jauh lebih dari sekedar apa yang terlihat. Pernikahan adalah sarana beribadah pula pada Tuhan, di mana tiap-tiap insan menjaga kesuciannya dari perzinahan dengan memiliki pasangan resmi.

Mengutip dari Wikipedia:
“Pernikahan merupakan pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.”

Pernikahan menjadi sah bila kedua individu tersebut telah menandatangi sejumlah dokumen pernikahan yang telah disiapkan. Berdasarkan Pasal 6 UU No. 1/1974 tentang perkawinan, syarat melangsungkan perkawinan adalah hal-hal yang harus dipenuhi jika akan melangsungkan sebuah perkawinan. 

Selasa, 14 Oktober 2014

Grafologi : menilai kepribadian dari tulisan tangan (2)


4. Zona
Ada 3 zona yang harus diketahui yaitu Zona atas, zona tengah, dan zona bawah. Masing-masing Zona memiliki representasi yang berbeda terhadap area dasar perkembangan ego. Zona Atas merepresentasikan fantasi, semangat, intelek. Zona tengah merepresentasikan pribadi sosial kehidupan sehari-hari. Dan Zona bawah  merepresentasikan insting, dorongan bawah sadar untuk keamanan, seks, dan hal-hal yang bersifat material.

5. Kemiringan garis
Kemiringan garis menunjukkan suasana hati. Di mana semakin ke atas garis tersebut maka mencerminkan kegelisahan, liar dan energik, ceria, optimis, dan tidak realisti. Sedangkan bila kemiringan garis cenderung ke bawah, maka mencerminkan sifat melankolis dan merasa putus asa.

6. Kemampuan untuk bertahan dalam garis
Kemampuan huruf bertahan dalam garis menunjukkan pada kendali diri si penulis. Bila huruf yang dia tulis mampu berada di garis persis maka itu menunjukkan pribadinya yang dapat diandalkan dan lugas. Namun, bila tulisannya cenderung bergelombang di atas garis maka menunjukkan kecerobohan, suasana hatinya yang mudah berubah, dan kebingungan.

7. Kecondongan Tulisan
Tingkat kecondongan huruf untuk tegak atau miring menentukan tingkat ekspresif emosional dan perkembangan sosial. Bila mana huruf tega lurus makan menunjukkan sikapnya yang analitis dan independen. Bila ada kecenderungan ke kiri, bahkan semakin ke kiri menunjukka represi emosi dan sifat yang introver. Sedangkan bila huruf memiliki kecenderungan ke kanan maka justru akan terlihat fanatik, tidak bertanggung jawab, terlalu emosional.

8. Tekanan
Tekanan menunjukkan kekuatan energi pada ego. Semakin kuat tekanannya maka keaktifan, ego dan libidonya juga kuat. Bila tekanan pada tulisan lemah, maka menunjukkan sebaliknya.

Grafologi : menilai kepribadian dari tulisan tangan



Dalam sebuah buku bejudul “Hand Writing Analysis” terbitan BIP, kita bisa mengenal kepribadian seseorang lewat tulisan tangannya. Ilmu ini disebut juga Grafologi. Rata-rata contoh di buku ini menggunakan contoh tulisan tangan latin, tapi bagi yang biasanya menulis tidak dengan huruf latin pun, contoh-contoh di buku ini bisa menjadi suatu pelajaran yang bermanfaat. Pertama-tama, mari kita bahas mengenai beberapa hal yang harus diketahui untuk menilai seseorang dari tulisan tangannya. Ada banyak sekali pengantar untuk menganalisis tulisan tangan seseorang.

1. Halaman
Halaman merupakan wilayah yang menaungi penulis. Halaman membuat penulis bisa menuangkan seluruh potensi yang dia miliki.

2. Goresan-goresan Tulisan
Goresan-goresan tulisan mencerminkan alur tindakan yang disadari maupun yang tidak pada diri si penulis.

3. Karakter dan Kepribadian
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menilai kepribadian seseorang lewat ilmu Grafologi ini. Terutama dari jenis-jenis tulisannya sendiri.
- Goresan ke bawah : Goresan ini membentuk tulang punggung huruf dan bertekanan paling kuat serta berat. Goresan ini mengekspresikan kehendak alami.
 - Goresan Horizontal : Goresan ini menunjukkan reaksi emosional, gerakan terhadap lingkungan, dan orang lain.
 
 
Blogger Templates